5 Fakta Mengenai Keberadaan Atlantis

gracefuldreams.com – Sejak pertama kali dikisahkan, keberadaan Atlantis sebagai peradaban yang hilang, hingga kini menjadi bahasan yang menarik dan menantang untuk dipecahkan oleh sejumlah peneliti dan penjelajah. Perdebatan keberadaan Atlantis tak jarang menimbulkan perdebatan yang kemudian memunculkan berbagai teori mengenai tempat yang disebut-sebut sebagai peradaban yang hilang.

Berbagai macam termasuk penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dunia telah dilakukan untuk membuktikan sejumlah teori mengenai keberadaan Atlantis. Sayangnya, sampai hari ini saat ini belum ada satupun bukti maupun teori yang berhasil membuktikan keberadaan Atlantis secara akurat. Namun, terdapat beberapa fakta unik mengenai keberadaan Atlantis yang menarik untuk diketahui. Berikut 5 fakta keberadaan Atlantis versi Potongan Nostalgia.

Pulau Santorini

Salah satu teori terkenal tentang Antlantis dan paling logis tentang keberadaannya menyebutkan bahwa Atalantis terletak di pulau yang berada di kawasan Yunani kuno, Thera. Daerah tersebut saat ini menjadi Santorini.

Terjadi letusan gunung berapi besar yang menghilangkan sebagian wilayah Santorini pada 3.600 tahun yang lalu. Pakar geologi mengatakan bahwa topografi Santorini sesuai dengan apa yang digambarkan oleh Plato mengenai Atlantis.

Plato yang merupakan filsuf Yunani terkenal mengisahkan, pada suatu masa ada sebuah negeri yang sangat makmur dan indah bernama Atlantis.

Akan tetapi, para penduduk yang menghuni Atlantis memiliki sifat yang tamak. Hal tersebut membuat para dewa murka dan kemudian terjadilah banjir dan gempa hebat yang menenggelamkan Atlantis beserta seluruh penghuninya.

Teknologi Antikythera

Antikythera merupakan sebuah kalkulator mekanik yang diyakini sebagai salah satu cikal bakal komputer mekanik yang ada di dunia. Alat ini ditemukan (bukan diciptakan) oleh seorang arkeolog Valerios Stais pada tahun 1901 di sebuah kapal yang karam di lepas pantai Antikythera, sebuah pulau di antara Kreta dan Peloponnesos, Yunani.

Para ahli memercayai jika masyarakat zaman dahulu dianggap belum mampu untuk menciptakan alat dengan teknologi secanggih itu. Oleh karenanya, sebagian ilmuwan percaya bahwa Antikythera berasal dari peradaban Atlantis yang dikenal memiliki teknologi yang canggih.

Penemuan Logam Kuno

Dalam teorinya, Critias, Plato menyebutkan bahwa Atlantis merupakan kota yang berkilauan dengan lampu dari orichalcum, logam mulia. Pada tahun 2015, arkeolog menemukan 39 balok orichalcum di bangkai kapal yang berasal dari abad ke-6 Sebelum Masehi. Penemuan logam tersebut dianggap memperkuat teori Plato tentang keberadaan Atlantis.

Batu Jangkar di Selat Gibraltar

Menurut Plato dalam teorinya, Atlantis terletak di “Pillars of Hercules” yang merupakan nama kuno untuk daerah dekat Selat Gibraltar. James Cameron, sutradara film dokumenter Atlantis Rising mengatakan bahwa mereka menemukan batu jangkar kuno di Selat Gibraltar. Mereka mengklaim bahwa penemuan itu bisa menjadi bukti dari keberadaan Atlantis dan menguatkan teori Plato.

Ukiran Batu Di Spanyol Selatan

Dalam Atlantis Rising, Georgeos Diaz-Montexano mengklaim bahwa beberapa penduduk Atlantis melarikan diri ke Semenanjung Iberia dan menetap di tempat yang sekarang dikenal sebagai Campanario, Spanyol. Pahatan batu yang ditemukan di sebuah situs di Campanario menunjukkan gambar perahu dan kuda yang sedang dilewati ombak. Ciri-ciri lain dari ukiran batu, seperti struktur lingkaran konsentris dari kota bergambar, selaras dengan teori Plato tentang Atlantis.

Misteri Ular Raksasa Penyelamat Seorang Nenek Saat Tsunami Aceh

gracefuldreams.com – Umi Kalsum masih tak percaya ia bisa hidup saat gelombang tsunami meluluhlantakkan Aceh pada tahun 2004 silam. Ada banyak mukjizat Allah yang terjadi pada bencana alam dahsyat 17 tahun lalu, salah satunya kisah nenek satu ini yang selamat usai ditolong ular.

Disarikan dari berbagai sumber, Mak sumi, begitu Umi Kalsum biasa disapa, berprofesi sebagai juru memandikan mayat. Dia juga bidan kampung dan telah melakoni pekerjaan ini selama 35 tahun.

Nenek yang kala itu sudah berusia 60 tahun itu mengenang, pada Minggu pagi 26 Desember 2004, ia lagi asyik menanam bunga di perkarangan rumahnya di Desa Alu Naga, Kabupaten Aceh Besar.

Tiba-tiba tanah Aceh diguncang gempa berkekuatan 9,1 skala Richter. Beberapa menit setelah gempa orang berlarian sambil berteriak air laut naik. Mak Sumi juga ikut berlari karena anaknya juga berteriak bahwa air laut saat itu sudah naik.

Saat itu yang dia ingat hanya menggendong cucunya yang baru berumur 5 tahun lalu tiba-tiba tubuhnya terhempas gelombang tsunami. Lalu, cucunya terlepas dari genggaman tangannya.

Secara samar-samar Mak Sumi ingat dia diaduk-aduk di dalam air dan sempat tangannya tersangkut di pagar dan hampir putus, kemudian pingsan.

Saat terombang-ambing yang tidak tahu sudah berapa lama, dia lalu setengah sadar dan melihat Jembatan Kajhu. Di situlah keajaiban yang sulit dinalar terjadi.

Mak Sumi melihat ular besar di depan matanya dan tanpa aba-aba ular itu melilitnya. Ia tidak tahu sejak kapan ular itu bersamanya.

Namun menurut kesaksian warga yang ada di dekatnya pada waktu itu, banyak yang mengira kalau dia pasti mati karena akan dilahap ular sebesar tiang listrik tersebut ke tengah sungai.

Rumah nenek itu berada kurang lebih 100 meter dari pinggiran Pantai Kuala Alu Naga. Awalnya, dia sempat mengira ular tersebut hanyalah sebatang pohon pisang.

Saat dibawa ular itu dia hanya bisa berucap zikir dan terus berbisik agar diselamatkan ke darat.

Saat tubuh Umi dalam lilitan ular tersebut, Umi sempat melihat mayat-mayat korban tsunami berhanyutan dengan sampah memenuhi Krueng (sungai) Aceh yang bermuara ke lautan Alu Naga.

Ia pun kembali pingsan saat masih dililit ular dan kembali tersadar saat sudah di kawasan Sungai Lamyong.

Ia becerita beberapa menit kemudian seorang remaja melemparkannya sehelai baju kaos, disusul seorang wanita yang memberikannya sehelai gorden untuk menutupi tubuhnya.

Rupanya Mak Sumi sudah telanjang karena bajunya semua robek, hanya sisa benar di leher saja.

Setelah Umi menutupi tubuhnya barulah datang 3 pemuda, yang menurutnya merupakan relawan Palang Merah Indonesia (PMI). Ketiga pemuda itu juga yang menarik badannya pelan-pelan dari lilitan ular. Bukannya melawan, ular itu juga melepas badan Umi dengan perlahan dan pergi entah kemana.

Baca Juga

Slot x500

Scatter Pink

Ketahui Diameter Merkurius dan Penjelasan Lengkapnya

gracefuldreams.com – Planet Merkurius, yang merupakan planet terkecil di Tata Surya, dianggap masih menyimpan banyak misteri dan keunikan yang menarik untuk dipelajari. Salah satu karakteristik yang paling mendasar untuk dipahami adalah ukuran diameter Merkurius.

Menurut buku Bumi Dan Antariksa Kajian Konsep, Pengetahuan dan Fakta, Resyi A. Gani, S.Kom., M.Pd., ‎Fitri S. Sundari, M.Pd., ‎Yuli Mulyawati, M.Pd. (2021:199), planet Merkurius memiliki medan magnet yang lemah sehingga kemungkinan besar bagian dalam Merkurius mirip dengan Bumi.

Diameter Merkurius, si Panet Terkecil

Dengan memahami ukuran diameter Merkurius, setiap orang dapat lebih memahami bagaimana planet ini berinteraksi dengan lingkungannya dan bagaimana itu memengaruhi fenomena alam yang terjadi di permukaannya.

Diameter planet Merkurius diketahui berukuran sekitar 4.876 km dan menjadi salah satu keunikan dari planet yang mirip dengan Bulan ini. Diameter ini menjadi salah satu parameter penting untuk memahami sifat fisik dan geologinya dengan diameter polaris sekitar 4.880 kilometer (3.032 mil).

Meskipun ukurannya kecil, planet ini tetap menarik bagi para ilmuwan karena sifat-sifat uniknya yang mencerminkan evolusi dan sejarah Tata Surya.

Ukuran kecil ini sekaligus membuat Merkurius memiliki gaya gravitasi yang lemah, yang berarti permukaannya tidak mampu menahan atmosfer dengan baik seperti Bumi.

Namun, sebagai planet terdekat dari Matahari, Merkurius mengalami pengaruh gravitasi yang kuat dari bintang pusat Tata Surya. Radiasi Matahari yang intens memengaruhi kondisi permukaannya, dengan suhu yang dapat mencapai ratusan derajat celsius di siang hari dan jatuh ke suhu beku di malam hari.

Ukuran Merkurius dinilai dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai proses pembentukan yang berhubungan dengan evolusi Tata Surya.

Ada beberapa dugaan di antaranya kemungkinan bahwa Merkurius telah kehilangan sebagian besar bagian kerak karena aktivitas vulkanik dan benturan meteor. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan antara diameter ekwatorial dan polar.

Hingga kini Merkurius tetap menjadi tujuan penelitian yang menarik bagi ilmuwan. Apalagi dengan adanya misi luar angkasa yang telah memberikan pemahaman secara lebih baik pada khalayak tentang sifat-sifat fisik dan geologis dari Mekurius.

Bisa saja masih banyak misteri yang harus dipecahkan di semesta ini, termasuk mengungkap lebih banyak rahasia tentang planet yang dekat dengan Matahari ini.

Menilik Sejarah Terowongan Casablanca, Urban Legend di Jakarta

gracefuldreams.com – Di kalangan masyarakat Indonesia, ada banyak sekali urban legend yang beredar luas selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah tentang Terowongan Casablanca. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Terowongan Casablanca yang terbilang sangat panjang.

Bahkan banyak juga isu beredar di masyarakat yang mengatakan jika terowongan ini dibangun di atas tanah angker. Hal inilah yang membuatnya dipenuhi aneka cerita misteri.

Sejarah Terowongan Casablanca yang Kini menjadi Urban Legend Jakarta

Mengutip dari buku 666 Misteri Paling Heboh: Indonesia & Dunia, Tim Pustaka Horor (2011:22), Terowongan Casablanca terletak di Jalan Basuki Rachmat, Jakarta Timur, dan dibangun di atas tanah pekuburan, sehingga terbilang angker.

Sebenarnya, lokasi terowongan ini terbilang sangat strategis karena menghubungkan kawasan bisnis di Jakarta, yaitu Jalan Sudirman dengan Jalan Jatinegara. Tentunya membuat terowongan ini juga tidak pernah terbebas di macet, termasuk di jam-jam sibuk, seperti jam berangkat dan pulang kantor.

Menurut sejarah Terowongan Casablanca yang beredar di masyarakat, terowongan ini dibangun di atas tanah pekuburan. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemandangan pekuburan setelah melewati terowongan tersebut.

Hal inilah yang kemudian membuat terowongan ini terkenal dengan keangkerannya. Bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Konon katanya terowongan ini adalah bekas pemakaman TPI Menteng Pulo yang digusur. Area tersebut memang berada di lokasi yang strategis, sehingga masuk ke dalam rencana pembangunan Pemerintah DKI Jakarta.

Akibatnya, kuburan massal tersebut dipindahkan ke lokasi lain. Meski sebenarnya sempat ada penolakan dan peringatan dari masyarakat setempat, tetapi pemindahan tersebut tetap berjalan.

Akan tetapi, katanya diketahui bahwa ada satu jenazah yang masih utuh dan belum sempat dipindahkan hingga akhirnya tertimbun konstruksi. Oleh karena itulah, masyarakat sekitar percaya bahwa kawasan terowongan ini sudah terkesan angker sebelum TPU dibangun.

Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, jauh sebelum adanya TPU dan Terowongan Casablanca, telah terjadi peristiwa pilu di lokasi ini. Di mana ada seorang gadis cantik yang menjadi korban pemerkosaan beramai-ramai oleh sekelompok pemuda.

Pada akhirnya, gadis tersebut disetubuhi secara bergantian hingga tewas. Setelah itu, tubuhnya dibuang begitu saja ke lokasi yang kini akhirnya menjadi terowongan. Meski sudah melegenda, tetapi cerita tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Demikian ulasan mengenai sejarah Terowongan Casablanca yang hingga kini telah menjadi urban legend di Jakarta karena cerita mistisnya.

Sejarah Tanah Jawa yang Dianggap sebagai Wilayah Gaib

gracefuldreams.com – Pulau Jawa adalah salah satu wilayah di Indonesia yang telah ada sejak ribuan tahun lalu Sebelum Masehi. Sejarah tanah Jawa sendiri masih menjadi misteri dan banyak yang menyebut sebagai wilayah gaib.

Olthof dalam Babad Tanah Jawi mengisahkan terkait kisah Pulau Jawa yang dihuni oleh raja-raja pada masa lalu yang berperan pesar dalam membangun dan mengembangkan kawasan-kawasan di Pulau Jawa.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar sejarah tanah Jawa, simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Sejarah Tanah Jawa

Jawa adalah salah satu pulau yang ada di Indonesia dan telah muncul sejak lama. Sayangnya, sejarah tanah Jawa masih belum terkuak dengan pasti dan masih menjadi misteri.

Konon katanya, orang pertama yang mengunjungi Pulau Jawa adalah seorang peziarah asal China, yakni Fa Hien. Dirinya berkunjung ke Jawa sekitar tahun 412 Masehi.

Jauh sebelum itu, diperkirakan pada 2.000 tahun Sebelum Masehi, tanah Jawa telah dihuni oleh koloni dari Atlantis. Sayangnya, ketika Atlantis mengalami kehancuran, Jawa menjadi wilayah yang terpisah.

Ketika masih dihuni oleh bangsa Atlantis, tersebar ajaran-ajaran gaib terhadap para penduduk lain. Hal ini membuat aliran sesat semakin kuat. Berikutnya, sekitar tahun 1.200 Sebelum Masehi, Raja Vaivasvata Manu yang menganut agama Hindu menyambangi Pulau Jawa.

Rombongan Raja Vaivasvata datang dengan damai dan singgah di kawasan pantai sampai akhirnya membentuk kota perdagangan kecil. Seiring berjalannya waktu, pendatang Hindu semakin besar dan semakin kuat, sehingga lebih dominan.

Meskipun agama Hindu mulai menyebar, tetapi kepercayaan terhadap ajaran-ajaran gaib masih cenderung kuat. Sekitar tahun 78 Masehi, Raja Vaivasvata pun mengirimkan rombongan ekspedisi ke Jawa guna menangkal pengaruh buruk dari aliran sesat tersebut.

Menurut sejarah, pemimpin ekspedisi tersebut adalah Aji Saka. Kisah Aji Saka ini juga banyak dituliskan dalam legenda-legenda Jawa dan konon, kedatangannya menjadi simbol tibanya Dharma atau ajaran Hindu-Buddha di Pulau Jawa.

Demikian penjelasan singkat seputar sejarah Pulau Jawa yang menarik untuk diketahui.

Baca Juga :

Slot x500

Slot x500

Slot Gopay

Slot Mahjong

Scatter Hitam

Misteri Rumah di Kertanegara, Punya Firli Bahuri?

gracefuldreams.com – Penyidik Polda Metro Jaya menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan pemerasan Pimpinan KPK terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dua lokasi itu ialah rumah di Bekasi dan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (26/10).

Keduanya disebut-sebut merupakan kediaman Firli Bahuri. Dia adalah Ketua KPK yang diduga memeras Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Betul. Di Jalan Kertanegara 46 Kebayoran Baru Jaksel dan Perum Gardenia Villa Galaxy A2 No 60 Bekasi Kota,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi wartawan, Kamis (26/10).

Dalam penggeledahan di Bekasi, lokasinya ialah di Villa Galaxy Cluster, Jaka Setia, Bekasi Selatan. Sejumlah polisi tampak berjaga di lokasi. Firli pun ternyata berada di dalam rumah saat penggeledahan di sana.

Pihak KPK menghormati adanya penggeledahan itu. Juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan soal penggeledahan di Bekasi tersebut.

“KPK tentunya menghormati kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian proses hukum dan itupun sepanjang sesuai mekanisme dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku,” kata Ali.

Namun, terkait kediaman yang berada di Kertanegara, Jaksel, belum diketahui siapa pemiliknya. Pihak Polri belum berkomentar.

KPK pun tidak berkomentar soal rumah Kertanegara itu. “[soal di Kertanegara – red] Silakan tanyakan kepada pihak Polri,” kata Ali.

Merujuk situs LHKPN, Firli Bahuri tercatat mempunyai 8 aset berupa tanah dan bangunan. Namun, tercatat hanya ada di Bandar Lampung dan Bekasi. Tidak ada di Jakarta Selatan.

Belum ada keterangan dari Firli Bahuri soal rumah di Kertanegara tersebut. Ia juga belum berkomentar soal penggeledahan ini.

Penyidik Polda Metro masih belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Dalam penyidikannya, sejumlah saksi sudah diperiksa. Termasuk Firli serta sejumlah pegawai KPK.

Dalam kasus ini, Firli diduga memeras SYL. Diduga terkait kasus SYL di KPK.

SYL ialah tersangka kasus dugaan korupsi di Kementan dan kini sudah ditahan. Seiring dengan kasus tersebut, muncul isu soal Firli memeras SYL.

Kasus ini kemudian ditangani Polda Metro Jaya. Saat ini, kasus sudah masuk tahap penyidikan tapi belum ada tersangka yang dijerat.

Tags:

Rokokslot

Mix Parlay

Slot Mahjong

Scatter Biru

Slot Mahjong

Rokokslot

RTP Slot Gacor

Scatter Pink

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Berita Random

Berita Terkini

Pusat Kesehatan

Wisata Masa Kini

Pusat Kuliner

Kamu Harus Tau

Gudang Resep

Berita Seputar Olahraga

Fakta Menarik

Benarkah Bumi Bakal Gelap 3 Hari Jelang Lebaran? Ini Penjelasan BMKG

gracefuldreams.com – Beredar rumor di media sosial bahwa Bumi akan mengalami gelap selama 3 hari menjelang Lebaran. Fenomena ini disebut-sebut bakal terjadi mulai 8 April 2024, bertepatan dengan gerhana Matahari yang menyambangi Bumi.

Merespons rumor tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan fenomena Bumi gelap selama tiga hari adalah informasi tidak benar.

“Tidak perlu khawatir, berita simpang siur yang mengatakan Bumi menjadi gelap selama 3 hari mulai 8 April 2024 merupakan info yang tidak benar,” papar BMKG.

Sejumlah wilayah di Bumi memang akan mendadak gelap ketika Matahari belum terbenam. Ini disebabkan adanya fenomena gerhana Matahari total yang terjadi pada 8 April 2024 mendatang.

Gerhana Matahari ini tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia, sebab ketika fenomena antariksa tersebut terjadi, Indonesia saat itu malam hari.

Jalur gerhana akan melewati wilayah Benua Amerika, meliputi Amerika Utara, Amerika Serikat dengan alur gerhana total melalui Meksiko, Amerika Serikat bagian tengah, dan Kanada bagian timur.

Adapun proses global fase gerhana Matahari total adalah sebagai berikut:

  • Gerhana sebagian mulai di lokasi awal: 15.42.15 UT
  • Gerhana total mulai di lokasi awal: 16.38.52 UT
  • Puncak gerhana: 18.17.21 UT
  • Gerhana total berakhir di lokasi awal: 19.55.35 UT
  • Gerhana sebagian berakhir di lokasi akhir: 20.52.19 UT

Kota yang terlewati jalur gerhana Matahari total dengan durasi terpanjang selama 4 menit 26 detik.

Menurut Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, puncak gerhana bersesuaian dengan bulan baru penanda awal Syawal 1445 dini hari 9 April 2024.

Bulan baru astronomis atau ijtimak, terjadi pada dini hari pukul 01.36 WIB. Karenanya pada saat maghrib tanggal 9 April di Indonesia, posisi Bulan telah cukup jauh meninggalkan Matahari sekitar 8 derajat.

“Secara hisab dan rukyat posisi Bulan sudah meyakinkan masuknya awal Syawal atau Idul Fitri 1445 pada 10 April 2024,” ujar Thomas.

Misteri Hilangnya Kerajaan Majapahit

gracefuldreams.com – Tentu kita semua sudah pernah mendengar bahwa Majapahit merupakan salah satu imperial terbesar yang pernah berdiri di tanah nusantara. Pada masa kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada wilayah kekuasaan majapahit konon mencapai Tomasik atau Singapura, Melayu atau Malaysia dan Siam atau Thailand. Sebuah bukti yang menunjukkan bahwa Majapahit adalah adikuasa yang pernah ada di Asia Tenggara.

Di dalam kitab Negarakertagama gubahan Empu Prapanca disebutkan bahwa bangunan keraton Majapahit dikelilingi tembok bata tebal dan tinggi berwarna merah. Kemegahan ini juga terlihat di dalam kompleks keraton, yang menjadi tempat kediaman raja, peribadatan, kediaman para pejabat pemerintahan, dan rumah bagi para abdi dalem kerajaan. Selain itu, ada juga pendopo tempat pertemuan raja dengan para bawahannya serta bangunan yang dikhususkan bagi pujangga kerajaan.

Lebih lanjut, menurut apa yang penulis baca, Empu Prapanca menggambarkan bahwa keraton Majapahit seperti istana di negeri kayangan karena keindahannya. Bangunan kerajaan ini bertingkat-tingkat dengan tiang kuat, dan dipenuhi dengan berbagai ukiran indah, serta berwarna-warni. Di dalam kompleks keraton juga terdapat taman yang begitu luas dan indah dipenuhi oleh Bunga Tanjung, Cempaka, Kesara, Wungu, dan aneka bunga lainnya.

Bahkan Ma Huan, sekretaris Laksamana Cheng Ho secara lebih detail menjelaskan bahwa Majapahit memiliki keraton yang besar, megah, dan mewah. Lantainya dari kayu dengan ditutupi anyaman tikar tetumbuhan. Bahkan disebutkan tembok dan tangga keraton Majapahit pada saat itu dilapisi dengan emas yang menunjukkan bahwa kerajaan Majapahit berlimpah harta.

Di Manakah Keraton Majapahit?

Para arkeolog sepakat bahwa keraton Majapahit terletak di ibukota kerajaannya. Adapun untuk lokasi ibukota Majapahit, terdapat dua pendapat yang hampir seluruh arkeolog menyetujuinya. Pendapat ini mengatakan jika ibukota Majapahit terletak di Trowulan. Bukan tanpa alasan, pemilihan Trowulan sebagai perkiraan lokasi ibukota Majapahit didukung oleh berbagai penemuan peninggalan Majapahit.

Contohnya adalah situs Trowulan serta kabar dari kitab Negarakertagama. Namun sejumlah kecil arkeolog berpendapat lain bahwasannya ibukota Majapahit di Kedaton Jombang. Pendapat kedua ini didasarkan pada asal kata kedaton yang berarti “Keraton” serta diperkuat dengan peninggalan candi yang ditemukan di keraton.

Bagaimana Hilangnya Keraton Majapahit?

Hilangnya kerajaan yang satu ini masih menjadi misteri hingga saat ini. Ada beberapa pendapat mengenai hilangnya keraton Majapahit.

Pertama, bahan bangunan keraton yang terbuat dari bahan-bahan organik sehingga mengalami proses pelapukan dan tidak bisa bertahan hingga ratusan tahun layaknya candi yang terbuat dari batu alam yang masih bisa kita jumpai hingga saat ini.

Kedua, bangunan keraton hilang karena adanya bencana alam. Pendapat ini menyebutkan bahwa bangunan keraton bisa jadi terkubur oleh abu letusan gunung berapi mengingat di kawasan Jawa Timur terdapat banyak gunung aktif. Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa keraton Majapahit hilang karena terkubur lumpur yang berasal dari sungai tempat lahar gunung berapi melintas. Pendapat ini cukup masuk akal mengingat letak keraton Majapahit yang diperkirakan berlokasi dekat dengan Sungai Brantas.

Ketiga, adanya konflik internal dan serangan dari kerajaan lain. Dalam Babad Tanah Jawa disebutkan bahwa sekitar tahun 1400-an Demak Bintoro yang kala itu dipimpin oleh Raden Patah, Putra Prabu Brawijaya V menyerang Majapahit dan menghancurkan ibukota kerajaannya, termasuk keraton. Akan tetapi pendapat tersebut dibantah oleh beberapa ahli yang menyebutkan bahwa Babad Tanah Jawa merupakan produk kolonial Belanda yang bertujuan untuk mengadu domba kaum Islam dengan kaum Hindu-Buddha.

Keempat, Atmodarminto berpendapat, kehancuran majapahit disebabkan oleh serangan militer dari wilayah Kediri yang dipimpin oleh Girindrawardhana. Serangan ini berlangsung beberapa saat lamanya dan dimenangkan oleh pihak Kediri membuat Girindrawardhana menjadi penguasa majapahit. Hal ini kemudian memicu Demak menyerang Majapahit dengan motif menumbangkan Girindrawardhana karena sosok ini dianggap bukan pemimpin yang sah. Selain itu serangan dari pihak luar, kondisi internal Majapahit sudah kacau balau. Terutama sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Korupsi merajalela, selain itu, perebutan pengaruh dan kekuasaan terjadi antarkerabat kerajaan. Kondisi kerajaan yang sudah lemah ini menyebabkan Keraton Majapahit jadi salah satu sasaran perusakan, pemberontakan, dan penyerangan dari kerajaan lain.

Kelima, penjarahan illegal pada masa penjajahan kolonial. Dalam sebuah catatan laporan Belanda disebutkan, pada sekitar tahun 1800 Masehi, wilayah Trowulan kehilangan sekitar 5 juta kubik tanah sebagai akibat penggalian illegal yang dilakukan oleh para pemburu peninggalan kerajaan Majapahit. Diduga banyak sekali peninggalan Majapahit yang dicuri pada saat itu.

Keenam, Keraton Majapahit melakukan moksa. Pendapat ini mungkin tidak didasarkan pada alasan yang ilmiah. Akan tetapi pada ilmu sejarah, khususnya di Indonesia, jika suatu kejadian belum ditemukan penyebabnya, bisa jadi hal tersebut disebabkan faktor x. Faktor X ini dapat berupa hal gaib yang berada di luar jangkauan indra manusia. Beberapa orang berpendapat Keraton Majapahit sengaja di-moksa dan dihilangan oleh makhluk gaib dengan tujuan agar kelestarian keraton tetap berjalan di alam lain sehingga terlindungi tangan-tangan jahil manusia.

Misteri Bungker ‘Menangis’ Kaliadem di Gunung Merapi

gracefuldreams.com – Jogja, selain dikenal sebagai kota wisata juga tak bisa dipisahkan dari kesukaan masyarakatnya menyoal klenik dan mistis. Beberapa tempat dipercayai memiliki cerita seram yang kemudian berkembang menjadi urban legend di Jogja. Bungker Kaliadem salah satunya.

Di balik kecantikan pemandangan dari sini, dari Bungker Kaliadem disebut-sebut sering terdengar suara orang menangis dan hingga selalu mengirimkan suasana yang suram bagi pengunjung yang datang. Penasaran ‘kan apa sebenarnya bungker tersebut dan bagaimana awal mula terbentuk cerita horor tersebut? Simak cerita lengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Sudah ada sejak zaman Belanda, Bungker Kaliadem dibangun sebagai tujuan perlindungan

Secara administratif, letak Bungker Kaliadem terletak di Kinarejo, Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya cukup dekat dengan Gunung Merapi sehingga cukup jelas pemandangannya dari sini.

sebenarnya bangunan Bungker Kaliadem sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan memiliki fungsi sebagai tempat perlindungan bagi masyarakat apabila sewaktu-waktu Gunung Merapi yang terkenal sebagai gunung berapi paling aktif di dunia ini meletus. Bungker tersebut pun telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, pintu berbahan baja setebal 15 cm, dan dinding beton dengan ketebalan 25 cm.

2. Kisah dua orang relawan yang meninggal di dalam Bungker Kaliadem

Di tahun 2006, Gunung Merapi mengalami letusan yang hebat. Tercatat setidaknya ada 151 orang korban meninggal dunia akibat bencana alam tersebut dan dua di antaranya ditemukan tewas di dalam Bungker Kaliadem.

Seorang yang tewas adalah sukarelawan Artha Graha Peduli dan yang satu lagi adalah warga Dusun Kopeng, Cangkringan. Sang relawan disebutkan terperangkap saat sedang piket di bungker sementara warga yang diketahui bernama Sarjono niatnya membantu warga untuk melakukan evakuasi.

Sayang, kedua orang tersebut mengira bahwa bungker akan aman justru menjadi lokasi keduanya meregang nyawa. Ketebalan beton dan baja nyatanya tidak bisa menjadi penghalau panas dari wedhus gembel dan lahar dari Gunung Merapi. Bahkan, dikabarkan suhu di dalam bungker mencapai 200 derajat Celcius.

3. Sempat tertimbun material letusan Gunung Merapi

Setelah timbulnya korban jiwa tersebut, Bungker Kaliadem tidak lagi disarankan menjadi tempat perlindungan saat Gunung Merapi mengalami erupsi. Bahkan di tahun 2010 di mana Gunung Merapi kembali meletus dengan kekuatan yang lebih hebat, bungker ini sempat dikabarkan menghilang karena tertimbun material dari letusan Gunung Merapi.

Tak main-main, timbunan ini mencapai ketebalan empat meter dan baru digali kembali setelah empat tahun kemudian. Bukan tanpa alasan, tanda-tanda keberadaan bungker tak lagi dikenali akibat diterjang awan panas pada saat itu. Pintu baja yang semula tampak kokoh kemudian berkarat, di dalamnya pun ada aneka material yang cukup tebal sehingga membutuhkan waktu lama dan alat berat untuk mengembalikan seperti sedia kala.

4. Sering terdengar orang menangis dan suasana yang bikin merinding

Berbagai kesaksian soal Bungker Kaliadem yang disebut-sebut mistis banyak disampaikan oleh masyarakat yang pernah bertandang ke sini. Mereka mengaku saat matahari tenggelam, akan mulai timbul suara-suara seperti orang menangis dan merintih.

Tak sampai di situ saja, ada yang mengaku bahwa saat memasuki bungker hawa seram langsung timbul dan membuat bulu kudu berdiri. Sejumlah orang yang memiliki kemampuan indra keenam pun turut mengisahkan bahwa bungker tersebut juga telah dijaga oleh seorang pertapa dengan memakai sorban dan pakaian lain serba putih. Selain menjaga dan bertapa, sosok tersebut juga selalu berzikir untuk kebaikan bangsa dan negara.

Terlepas dari semua peristiwa itu, kini Bungker Kaliadem telah kembali dibuka untuk umum, bahkan menjadi tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi baik siang atau malam. Bungker ini pun bisa menjadi pengingat bahwa tak ada yang namanya tempat teraman di dunia ini dan apa pun bisa terjadi dengan izin Yang Maha Kuasa.

Peristiwa Penghilangan Orang Secara Paksa 1997-1998, Siapa Saja Korbannya?

gracefuldreams.com – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan pengakuan negara terhadap kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan setelah menerima laporan akhir pelaksanaan tugas dan rekomendasi pelanggaran HAM berat di masa lalu. Laporan itu sebelumnya diterima Menkopolhukam Mahfud MD dari Tim Pelaksana Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM yang Berat di Masa Lalu (PPHAM).

“Saya telah membaca dengan saksama laporan dari Tim Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat yang dibentuk berdasarkan Keppres 17/2022,” ucap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/1).

“Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus, saya sebagai Kepala Negara RI mengakui bahwa pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa. Dan saya sangat menyesalkan terjadinya peristiwa pelanggaran HAM berat pada yang pertama,” imbuhnya.

Salah satu yang masuk dalam kategori pelanggaran HAM berat adalah peristiwa Penghilangan Orang Secara Paksa (1997-1998). Bagaimana kasusnya?

Penghilangan orang secara paksa mengacu pada penculikan para aktivis, pemuda, dan mahasiswa yang kala itu ingin menegakkan keadilan serta demokrasi pada masa pemerintahan Orde Baru. Mereka yang kritis terhadap kebijakan pemerintah dipandang sebagai kelompok yang membahayakan serta mengancam stabilitas negara.

Peristiwa ini terjadi pada periode 1997-1998, jelang pemilihan Presiden (Pilpres) untuk periode 1998-2003. Kala itu, terdapat dua agenda politik besar yang tengah disiapkan: Pemilihan Umum (Pemilu) 1997 dan Sidang Umum (SU) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Maret 1998, untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden RI.

Pelaku kasus peristiwa penculikan ini ialah Tim Mawar. Diambil dari buku Widji Thukul Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa (2017) karya Ristia Nurmalita, Tim Mawar adalah sebuah tim dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Group IV dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dibentuk untuk melakukan penculikan para aktivis politik pro demokrasi yang dianggap membahayakan posisi Presiden Soeharto. Tim ini dikomandoi oleh Komandan Batalyon 42, Mayor Bambang Kristiono.

Tim Mawar yang juga bertugas mendeteksi kelompok radikal, pelaku aksi kerusuhan, dan teror, kala itu menyusun rencana penangkapan sejumlah aktivis yang diduga terlibat dalam peristiwa ledakan di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat pada 18 Januari 1998. Mayor Bambang mendapat data intelijen berisikan Sembilan nama yang menjadi prioritas untuk ditangkap.

Berdasarkan data Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), 9 orang tersebut adalah sebagai berikut:

No
Nama
Tanggal Hilang
Keterangan
1
Aan Rusdiyanto
13 Maret 1998
Diambil paksa di rumah susun Klender, Jakarta Timur
2
Andi Arief
28 Maret 1998
Diambil paksa di Lampung
3
Desmond Junaedi Mahesa
3 Februari 1998
Terakhir terlihat di Salemba, Jakarta Pusat
4
Faisol Reza
12 Maret 1998
Dikejar dan ditangkap di RS Ciptomangunkusumo, Jakarta Pusat
5
Haryanto Taslam
8 Maret 1998
Saat mengendarai mobil dikejar dan ditangkap di pintu TMII
6
Mugiyanto
13 Maret 1998
Diambil paksa di rumah susun Klender, Jakarta Timur
7
Nezar Patria
13 Maret 1998
Diambil paksa di rumah susun Klender, Jakarta Timur
8
Pius Lustrilanang
4 Februari 1998
Terakhir terlihat di RSCM, Jakarta Pusat
9
Raharja Waluya Jati
12 Maret 1998
Dikejar dan ditangkap di RS Ciptomangunkusumo, Jakarta Pusat

Kesembilan nama di atas dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing. Namun ada 13 orang lainnya yang juga ditahan oleh Tim Mawar. 13 aktivis tersebut hingga kita belum diketahui keberadaannya. Berikut daftarnya.

No
Nama
Tanggal Hilang
Keterangan
1
Dedy Umar Hamdun
29 Mei 1997
Jakarta / Terakhir terlihat di Tebet
2
Herman Hendrawan
12 Maret 1998
Jakarta / Terakhir terlihat di YLBHI
3
Hendra Hambali
14 Mei 1998
Jakarta / Terakhir terlihat di Glodok Plaza
4
Ismail
29 Mei 1997
Jakarta / Terakhir terlihat di Tebet
5
M Yusuf
7 Mei 1997
Jakarta / Terakhir terlihat di Tebet
6
Noval Al Katiri
29 Mei 1997
Jakarta
7
Petrus Bima Anugrah
1 April 1998
Jakarta / Terakhir terlihat di Grogol
8
Sony
26 April 1997
Jakarta / Terakhir terlihat di Kelapa Gading
9
Suyat
13 Februari 1998
Solo / Terakhir terlihat di Solo, Jawa Tengah
10
Ucok Munandar Siahaan
14 Mei 1998
Jakarta / Terakhir terlihat di Ciputat
11
Yadin Muhidin
14 Mei 1998
Jakarta / Terakhir terlihat di Sunter Agung
12
Yani Afri
26 April 1997
Jakarta / Terakhir terlihat di Kelapa Gading
13
Wiji Tukul
Pada kisaran akhir 1998 / awal 1999
Jakarta / Terakhir terlihat di Utan Kayu

Tempat penyekapan seluruh aktivis yang ditangkap disebut berada di Cijantung. Tempat tersebut juga sebagai markas Kopassus. Di dalam markas tersebut terdapat ruang rapat, ruang interogasi, hingga sel.

Slot Demo

Slot Pulsa

Slot Pulsa

Rokokslot

Slot x500

Slot x500

Slot Gopay

Slot Gopay

Slot Mahjong

Slot Gopay

Scatter Hitam

Mix Parlay

Rokokslot

Rokokslot

Slot Mahjong

Scatter Biru

Slot Mahjong

Rokokslot

RTP Slot Gacor

Scatter Pink

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Berita Random

Berita Terkini

Pusat Kesehatan

Wisata Masa Kini

Pusat Kuliner

Kamu Harus Tau

Gudang Resep

Berita Seputar Olahraga

Fakta Menarik