7 Tips Mudah untuk Menjinakkan dan Memelihara Kucing Liar

Kucing liar adalah kucing yang lahir dan hidup di alam liar, sehingga bertahan hidup secara mandiri dan jarang melakukan kontak dengan manusia.

Namun, kucing liar yang dimaksud di sini bukan singa atau cheetah yang hidup di alam liar, melainkan kucing tanpa rumah yang menghabiskan seluruh hidupnya di luar tanpa pemilik.

Banyak pencinta kucing yang mungkin mempertanyakan apakah kucing liar dapat dijinakkan, dilatih, dan pada akhirnya menjadi hewan peliharaan.

Jawabannya adalah iya, kucing liar bisa menjadi teman peliharaan. Namun, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan sebelum membawa mereka ke rumah.

Sebab, memelihara kucing liar bukanlah tugas yang mudah, membutuhkan banyak waktu bagi mereka untuk beradaptasi dan juga kesabaran bagi Anda.

Apa yang harus dilakukan?

Ketika ada kucing liar yang datang ke halaman rumah atau sering melihatnya di sekitar lingkungan tempat tinggal, Anda punya pilihan untuk mengadopsinya atau tidak.

Jika Anda memilih untuk membawanya pulang, maka tidak perlu terburu-buru untuk mendekatinya.

Dilansir dari laman the Spruce Pets, karena kucing liar tidak pernah menjalin ikatan dengan manusia, mereka sering menganggap semua orang sebagai predator besar.

Oleh karena itu, mereka akan merasa ketakutan dan bisa menjadi agresif dengan menggigit, mendesis, atau bahkan mencakar Anda.

Penting juga untuk tidak sembarangan mendekati kucing yang tampak sakit, meskipun Anda memiliki niat yang baik dan ingin membantu kucing malang tersebut.

Beberapa kucing liar berisiko mengidap rabies, sehingga jauh lebih aman menghubungi pengawas hewan setempat demi menghindari risiko digigit atau dicakar.

Ketika Anda menjinakkan kucing liar, itu mungkin akan memakan waktu beberapa minggu—atau bahkan lebih lama.

Terutama ketika kucing liar yang Anda adopsi terlihat sangat gelisah, sehingga kesabaran menjadi faktor yang paling penting.

Tips menjinakkan kucing liar

Dilansir dari laman PetKeen, berikut adalah beberapa tips sederhana jika Anda ingin menjinakkan kucing liar atau mengadopsinya:

1. Jangan langsung didekati

Kucing liar menganggap manusia sebagai predator, sehingga mereka dapat menggigit, mendesis, atau bahkan menyerang Anda.

Jika mereka tampak sakit, hubungi pengawas hewan setempat. Setelah kucing dirawat, Anda dapat memulai proses penjinakan.

2. Biarkan kucing memulai kontak

Saat ingin menjinakkan kucing liar, sebaiknya biarkan kucing itu sendirian terlebih dahulu. Biarkan mereka menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Jika ingin kucing lebih sering berada lebih dekat dan tertarik pada Anda, jangan berikan perhatian. Sebaliknya, tunggu saat mereka terus berada di sekitar Anda, maka lakukan interaksi.

3. Tawarkan makanan kucing

Setelah kucing mulai merasa nyaman, Anda dapat mulai berinteraksi dengan cara yang mereka sukai.

Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menawarkan makanan. Tawarkan makanan kepada kucing pada waktu yang sama setiap hari.

Jaga jarak dekat dengan kucing saat ia makan, tetapi jangan menyentuhnya terlebih dahulu.

4. Biasakan dengan aktivitas manusia

Kontak dengan manusia bisa jadi menakutkan bagi sebagian besar kucing liar. Ini termasuk sentuhan, suara orang lain berbicara, pintu dibuka, dan musik.

Anda harus memastikan kucing terbiasa dengan suara-suara tersebut agar tidak lagi terasa menakutkan dan membuat mereka gelisah.

5. Jangan sentuh atau angkat sampai kucing siap

Penting untuk memahami kode dari reaksi kucing baru Anda. Jika ketika didekati dia mundur, maka Anda juga harus mundur.

Jika Anda bergerak terlalu cepat dan kucing belum siap, ia mungkin bersikap defensif. Mereka mungkin akan mencakar atau menggigit Anda jika merasa perlu melindungi diri.

6. Undang kucing ke dalam

Setelah semua tahap di atas selesai, coba undang kucing liar tersebut ke tempat Anda.

Kucing hanya akan menerima ajakan tersebut jika mereka merasa nyaman. Anda dapat mengundang mereka masuk dengan membiarkan pintu terbuka atau meninggalkan makanan dan air di depan pintu.

Selanjutnya perlahan-lahan biasakan kucing Anda dengan gagasan untuk masuk ke dalam rumah Anda.

7. Beri kucing sedikit ruang

Ketika kucing sudah cukup nyaman untuk tinggal di rumah, Anda perlu memberinya cukup ruang untuk bersembunyi sebelum terbiasa dengan lingkungan baru.

Berikan kucing tempat di mana mereka bisa merasa aman saat berada di sana. Namun, penting untuk tidak memberi mereka terlalu banyak ruang dan waktu sendirian.

Sebab, kucing liar masih membutuhkan bimbingan di tempat baru dan membiasakan diri bergaul dengan Anda di rumah barunya.

5 Fakta Menarik Tentang Kucing, Hewan Imut yang Hobi Tidur

Kucing menjadi salah satu hewan yang bisa menjalin hubungan baik dengan manusia. Hewan imut yang satu ini pastinya sudah tak asing di mata kita, bukan? Pasalnya kucing tergolong salah satu hewan terbanyak yang dipelihara oleh manusia.   

Tingkahnya yang lucu, parasnya yang imut dan sifatnya yang terkadang manja, membuat banyak orang kepincut untuk menjadikannya hewan kesayangan di rumah. Selain itu, banyak orang juga merasa, bermain dengan kucing bisa meredakan stres setelah seharian penat beraktivitas.

Namun, di balik itu semua, ternyata ada beberapa fakta menarik tentang kucing yang patut untuk disimak. Salah satunya, kucing ternyata, bisa mengalahkan atlet lari tercepat di dunia saat ini. Kok bisa, ya? Daripada penasaran, yuk, langsung simak lima fakta menarik kucing di bawah ini!

1. Kucing tidur sekitar 13 jam hingga 16 jam sehari

Kalau kita perhatikan, kucing punya jam tidur yang lebih panjang daripada manusia. Makanya jangan heran kalau kucing sering dikatakan sebagai hewan pemalas nomor satu di dunia. Tahu nggak, ada alasan kuat di balik tidur panjang mereka, lho.

Dikutip funkidslive.com, tidur panjang yang dilakukan oleh kucing merupakan strategi mereka untuk menghemat tenaga. Biar nanti, pas lagi berburu, mereka bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Seharusnya ini hanya dilakukan sama kucing hutan yang perlu kerja keras buat cari makan. 

Kucing rumahan, sebenarnya tidak perlu melakukan tidur yang panjang juga. Pasalnya mereka sudah mendapatkan jatah makanan yang cukup dari si majikan. Namun, ya begitulah, tampaknya itu sudah menjadi sifat alamiah kucing yang sudah tertanam dari nenek moyang mereka. 

2. Seekor Kucing Memiliki Total Jari Kaki 18 Bukan 20 Jari

Ternyata, total jari kucing gak sampai 20, lho. Siapa, nih yang masih mengira bahwa kucing yang notabenenya berkaki empat, pasti bakal punya 20 jari kaki? Faktanya kucing hanya punya 18 jari kaki, yang mana sepuluh jari di bagian kaki depan dan delapan jari pada kaki belakangnya. Gak percaya? Coba deh kamu cek total jari kaki kucing kesayanganmu!

Perbedaan total jari di bagian kaki depan dan belakangnya ini ada fungsinya, lho. Empat jari di masing-masing kaki belakangnya berukuran lebih besar dari jari di bagian depan. Hal ini memudahkan kucing untuk menyesuaikan posisi kaki agar bisa menjaga keseimbangan, berlari lebih cepat, bahkan melompat lebih tinggi saat mengejar mangsa. 

3. Kucing mendengkur untuk mengekspresikan kepuasan dan kenyamanan

Apakah kucingmu sering mendengkur saat mendapatkan pelukan? Jika kucingmu selalu mendengkur saat mendapatkan belaian darimu, itu bisa menjadi tanda bahwa kucingmu merasa puas dan nyaman saat berada di dekatmu.

Seberapa sering kucing mendengkur bisa dijadikan tolak ukur dalam hal kenyamanan saat berada di rumah majikannya. Kucing yang baru dibeli atau kucing yang baru pindah dari kediamannya biasanya membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk mendengkur sebagai wujud untuk mengekspresikan kenyamanan dan kepuasan.

4. Kucing bisa mengalahkan kecepatan lari manusia

Apa kamu terkesan dengan kecepatan lari Usain Bolt, pelari tercepat di dunia saat ini? Eits, tunggu dulu, ternyata kucing bisa berlari lebih cepat dari itu, lho. Meskipun punya kaki yang lebih pendek dari manusia, tapi kecepatannya saat berlari gak bisa diremehkan. 

Usain Bolt memecahkan rekor sebagai pelari tercepat dengan kecepatan 27mph. Sementara seekor kucing pada umumnya bisa berlari hingga kecepatan 30mph. Sudah jelas kan, siapa yang jadi pemenangnya? Jadi jangan heran bila kucingmu tiba-tiba meluncur melewatimu saat berlari untuk bermain atau berburu. 

5. Kucing bisa melompat hingga lima kali lipat dari tinggi badannya

Pastinya, kamu pernah lihat kucing yang bisa melompati pagar dan berada di atap rumah yang tinggi, kan? Yup, mereka memang punya kemampuan lompatan yang luar biasa. Kucing bisa melompat hingga lima kaki (1,524 meter) atau lebih secara vertikal dengan mudah. Dikutip petfinder.com, itu hampir setara dengan atlet pemegang rekor lompat tinggi manusia yang mencapai 8,04 kaki.

Namun sebenarnya, jika kita membandingkan secara adil, kucing lah juaranya. Soalnya, kucing yang rata-rata memiliki tinggi kurang dari satu kaki bisa melompat hingga lima kaki. Sementara sang atlet pemegang rekor punya tinggi enam kaki dan hanya melompat dua kali lipat tinggi badannya. 

Selain lucu dan parasnya yang imut, ternyata kucing memiliki kemampuan yang luar biasa, ya. Bahkan, di beberapa aspek, kucing bisa mengalahkan prestasi manusia, nih. Dijamin gak salah deh, memilih kucing untuk dijadikan hewan kesayangan.

Slot Demo

Slot Pulsa

Slot Pulsa

Rokokslot

Slot x500

Slot x500

Slot Gopay

Slot Gopay

Slot Mahjong

Slot Gopay

Scatter Hitam

Mix Parlay

Rokokslot

Rokokslot

Slot Mahjong

Scatter Biru

Slot Mahjong

Rokokslot

RTP Slot Gacor

Scatter Pink

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Berita Random

Berita Terkini

Pusat Kesehatan

Wisata Masa Kini

Pusat Kuliner

Kamu Harus Tau

Gudang Resep

Berita Seputar Olahraga

Fakta Menarik