Sejarah dan Makna Motif Tumpal pada Batik

gracefuldreams.com – Motif Tumpal merupakan salah satu motif batik tradisional Indonesia yang mempunyai arti serta filosofi yang dalam. Dalam sejarahnya, motif ini sudah digunakan semenjak era kerajaan selaku simbol kekuasaan serta kehormatan.

Tumpal memiliki arti filosofis cocok konsep kesatuan kosmos, manusia, semesta, serta alam lain dari watak keduniaan mengarah ketuhanan. Tumpal biasanya terdiri dari pola- pola segitiga yang tersusun secara berulang- ulang.

Sejarah Motif Tumpal pada Batik

Kata tumpal berasal dari bahasa Jawa yang maksudnya” pucuk” ataupun” ujung”. Sejarah mengatakan kalau motif hias tumpal telah terdapat semenjak era kerajaan di Indonesia. Pada masa itu, motif ini digunakan oleh raja ataupun bangsawan selaku simbol kekuasaan serta kehormatan.

Tidak hanya itu, di luar keraton, dekat abad ke- 16 kapal dagang Belanda mengangkat kain khas India dari Tepi laut Koromandel. Kain tersebut setelah itu diakulturasikan( dipadukan) dengan budaya tekstil Hindia serta motif batik tumpal.

Kain tersebut tumbuh pesat di daerah pesisir. Warga Jawa menyebut perpaduan kain tersebut dengan kain Serasa, Kumitir, Sembagi, ataupun selaku motif hias segitiga di sisi depan serta balik kain.

Pada era dulu, pemakaian tumpal dibedakan dari tipe kelamin yang memanfaatkannya. Contoh pada pemakaian kain panjang, tumpal diletakkan di bagian balik oleh pemakai pria, serta tumpal diletakkan di bagian depan oleh pemakai wanita.

Arti Motif Tumpal pada Batik

Dukutip dalam novel Lenggok Betawi dibalik Narasi Visual Batik Betawi, Ariesa Pandanwangi( 2021: 25), motif tumpal merupakan wujud segitiga sama kaki serta telah terdapat semenjak era prasejarah. Motif ini dipercaya selaku penolak bala ataupun bisa menjauhkan dari bencana yang hendak mengenai.

Secara filosofis, tumpal dimaknai lewat wujud segitiga yang pada bagian ujungnya meruncing( mirip dengan gigi buaya), mempunyai arti ataupun makna selaku keselarasan antara manusia, semesta, serta alam lain ataupun tuhan.

Tumpal apabila dilihat dari sisi numerologis, pada satu sisinya menggambarkan kekuatan, sisi selanjutnya menggambarkan pembukaan, serta sisi yang lain menggambarkan lahirnya kebijaksanaan.

Tumpal sering berhubungan dengan metode hidup manusia yang bisa selaras dengan alam. Motif ini mengarahkan hidup kehidupan yang bermartabat, balance antara dunia serta tuhan serta sering pula diasosiasikan dengan gunung yang dikira suci.

Demikian sejarah serta arti motif Tumpal pada batik. Dengan mengenali uraian di atas, mudah- mudahan bisa menaikkan pengetahuan pembaca hendak hasil budaya Indonesia.

Baca Juga

Slot Gacor

Slot Pulsa

Toto Slot

Mix Parlay

Mix Parlay

Mix Parlay

Slot Mahjong

Mix Parlay

NANA4D

NANA4D

NANA4D

NANA4D

NANA4D

Menelusuri Misteri Durian: Aroma Kuat dan Kenikmatan yang Tak Terlupakan

gracefuldreams.com – Di dunia kuliner, ada satu buah yang mencuri perhatian dengan aroma kuatnya yang khas dan cita rasa yang unik. Buah tersebut tak lain adalah durian, dikenal sebagai “raja buah tropis”. Meskipun sering disebut sebagai buah yang kontroversial karena aromanya yang kuat, durian memiliki basis penggemar yang sangat kuat di seluruh dunia. Mari kita telusuri lebih dalam tentang keajaiban dan fenomena yang terkait dengan buah durian ini.
Durian, dengan nama ilmiah Durio zibethinus, adalah buah yang tumbuh di pohon-pohon tinggi di kawasan Asia Tenggara. Salah satu ciri khas utama durian adalah kulitnya yang keras dan berduri, yang menyembunyikan daging buah yang lembut dan kaya akan nutrisi di dalamnya. Apa yang membuat durian sangat istimewa adalah aroma kuatnya yang unik, yang disebut-sebut memiliki campuran antara aroma bawang putih dan buah-buahan tropis.

Cita Rasa yang Menggoda

Meskipun aroma durian bisa menjadi kontroversial bagi beberapa orang, bagi penggemarnya, cita rasa durian adalah hal yang tidak bisa ditolak. Daging buah durian memiliki tekstur yang kaya dan lembut, dengan rasa manis yang khas dan sedikit gurih. Beberapa varietas durian bahkan memiliki rasa yang berbeda-beda, mulai dari yang manis dan creamy hingga yang lebih kuat dan pahit.
Meskipun durian dianggap sebagai buah yang kontroversial, popularitasnya terus meningkat di seluruh dunia. Bukan hanya di Asia Tenggara, di mana durian merupakan bagian penting dari budaya kuliner, tetapi juga di negara-negara lain seperti China, Jepang, dan bahkan di Barat, di mana durian semakin populer sebagai buah eksotis. Pasar-pasar durian pun semakin menjamur di berbagai negara, menawarkan berbagai varietas dan kualitas durian kepada para penggemarnya.

Manfaat Kesehatan dan Nutrisi

Selain rasanya yang lezat, durian juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang signifikan. Buah ini kaya akan nutrisi, seperti vitamin C, vitamin B kompleks, potasium, dan serat. Durian juga diketahui memiliki sifat antioksidan yang kuat, yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel dan radikal bebas.
Baca Juga:

Pura Tanah Kilap, Pura di Denpasar yang Punya Cerita Mistis

gracefuldreams.com – Pura Tanah Kilap merupakan tempat peribadatan umat Hindu di kawasan Denpasar Selatan. Dulu tempat tersebut hanya berupa gundukan batu tak bernama.
Lambat laun, dibangunlah pura dengan nama Tanah Kilap yang memiliki sejarah cerita cukup menarik. Penamaan tersebut berhubungan dengan adanya kilatan cahaya saat seorang tokoh terpandang di sana mencapai moksa.

Sejarah Penamaan Pura Tanah Kilap

Ilustrasi Pura Tanah Kilap (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ David Dwipayana
Pura Tanah Kilap terletak di Jl. Griya Anyar No.104, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80361. Pura yang sakral ini letaknya berdampingan dengan vihara tempat ibadah umat Buddha.
Banyak wisatawan yang datang ke sini untuk melakukan wisata spiritual. Di sekitar pura terdapat sungai besar yang kerap digunakan untuk bersantai. Untuk fasilitas, di sini telah tersedia toilet modern.
Mengutip dari situs denpasarkota.go.id, sejarah penamaan Tanah Kilap berasal dari sekelebat kilatan cahaya yang muncul ketika Danghyang Nirartha Moksa di Pura Uluwatu.
Moksa bagi umat Hindu artinya kebebasan dari ikatan karma, penderitaan duniawi, dan ikatan kelahiran yang melekat di dalam diri seseorang. Sebelum menjadi pura, lokasi ini hanya berupa gundukan batu yang dibuat oleh seorang nelayan.
Nelayan ini dulunya sangat sial karena setiap memancing, tidak mendapatkan hasil tangkapan. Akhirnya dia berdoa kepada Ida Bhatara penguasa lautan dan terjadilah keajaiban yang nyata.
Ketika nelayan ini memancing, segala jenis hasil laut diperolehnya. Sebagai bentuk syukur, dibuatlah gundukan batu di sana. Anehnya pada suatu hari, ada suara dari batu tersebut. Suara itu mengatakan bahwa penunggu batu itu adalah Bhatari Nirswabawa yang merupakan anak Danghyang Nirartha.
Suara misterius tersebut meminta agar tempat itu diberi nama Pemogan. Pemogan diambil dari kata Boga yang bermakna makanan.
Danghyang Nirartha yang merupakan orang tua penunggu Pemogan melakukan perjalanan suci dari Pura Sakenan menuju Pura Petitenget kemudian ke Pura Uluwatu.
Di Pura Uluwatu, Danghyang Nirartha melakukan moksa dan nampak kilatan cahaya jatuh tepat di sana. Sang anak mengikuti jejaknya dengan melakukan moksa. Akibat adanya cahaya itu, disebutlah daerah tersebut Tanah Kilap.
Pura Tanah Kilap memiliki cerita mistis yang unik dan dipercaya masyarakat Bali sebagai tempat yang sakral. Bagi yang ingin wisata spiritual, bisa menjajal ke pura ini untuk melihat kegiatan peribadatan masyarakat setempat.
Baca Juga:

Mencari Lautan Bintang Nan Misterius di Maladewa

gracefuldreams.com – Lautan Bintang atau Sea of Stars yang terkenal di Maladewa memang nyata, tapi misterius.
Hamparan Samudera Hindia yang berkilauan bersinar biru dalam kegelapan, seolah bintang-bintang tenggelam di bawah air setelah jatuh dari langit.
Di sepanjang garis pantai, titik-titik kecil mirip bintang tersapu ombak dan menghiasi pantai, menerangi pasir basah seperti pantulan langit malam. Tak lama, kilauan cahaya itu kemudian menghilang ke dalam bayang-bayang.
Saya berlari melintasi pantai dan berbalik untuk melihat jejak kaki saya yang menyala. Kemudian, saya mencelupkan jari kaki ke dalam air biru yang berkelap-kelip, kecerahannya semakin meningkat, seperti galaksi yang berputar-putar.
Pemandangan luar biasa ini, umumnya dikenal sebagai “Lautan Bintang” atau Sea of Stars. Ini adalah salah satu atraksi dengan rating tertinggi di Maladewa.
Gambar-gambar menakjubkan tentang Lautan Bintang tersebar luas secara daring, menginspirasi para pelancong yang suka bertualang untuk mencarinya.
Namun, hanya sedikit orang yang sepakat mengenai lokasi tepatnya Anda dapat menemukan Lautan Bintang di Maladewa.
Itu karena Lautan Bintang sebenarnya tidak ada.
Untuk memperjelas, Lautan Bintang yang misterius di Maladewa sebenarnya secara geografis tidak ada. Alasan sederhananya karena cahaya yang tampak ajaib ini adalah plankton bercahaya yang hidup di lautan.
“Ketika orang-orang mengatakan mereka ingin melihat Lautan Bintang di Maladewa, mereka sebenarnya meminta untuk melihat reaksi kimia—itu adalah plankton yang bercahaya,” kata ahli biologi kelautan dan presenter satwa liar Lauren Arthur, yang pernah bekerja di Maladewa selama delapan tahun dan baru-baru ini kembali memfilmkan kehidupan laut.
Dia menjelaskan bioluminesensi adalah reaksi kimia yang menghasilkan cahaya, sedangkan plankton adalah istilah kolektif untuk organisme mikroskopis yang tidak dapat mengendalikan pergerakannya—mereka hanya mengapung mengikuti arus.
Tidak semua plankton mampu memancarkan cahaya (hanya spesies tertentu yang bisa). Meskipun demikian, mereka tidak selalu memancarkan cahaya, hanya ketika ada gangguan, tambahnya.
“Tidak ada satu tempat khusus untuk menemukan plankton yang bercahaya. Fenomena ini dapat ditemukan di mana pun di Maladewa, atau bahkan di mana pun di dunia, di mana Anda menemukan plankton, bahkan di Inggris.
Cahaya yang ada di pantai di Maladewa berasal dari plankton yang merasa terganggu.
Artinya, meskipun Lautan Bintang yang terkenal di Maladewa tidak ada, Anda masih dapat melihat sesuatu yang menyerupai lautan bintang—meskipun menyaksikannya sebagian besar merupakan keberuntungan.
Arthur bilang saya bernasib baik karena sebelumnya saya bertemu dengan banyak plankton bercahaya di beberapa pulau di sekitar Maladewa, termasuk Olhahali, Kurumba, dan Hulhumale di Atol Male Utara.
Mungkin nasib baik itu bisa saya alami karena saya tinggal di atol tersebut selama lima tahun dan sering kembali untuk kunjungan jangka panjang.
Sedangkan para wisatawan lebih sulit untuk melihat fenomena ini karena kebanyakan dari mereka hanya menetap selama delapan hari.
Saya bertanya kepada Arthur, apakah seorang pelancong yang mengunjungi Maladewa pada saat krisis dapat melakukan apa pun untuk meningkatkan peluang mereka melihat lautan bintang di Maladewa?
Dia merekomendasikan untuk berkunjung selama Musim Hujan Barat Daya (yang dimulai pada bulan April dan berlangsung hingga Oktober), ketika arus mendorong plankton dari barat daya menuju timur laut negara tersebut, dan jumlah plankton terbesar ditemukan.
Arthur juga yakin Anda memiliki peluang lebih tinggi untuk melihatnya di bawah air dibandingkan di darat.
“Anda mungkin melihatnya jika beruntung saat sedang duduk di pantai dengan segelas Champagne yang enak, tapi keberuntungan adalah kata kuncinya,” kata Arthur.
“Cara terbaik untuk melihatnya adalah dengan masuk ke dalam air saat airnya penuh dengan plankton dan melakukan snorkeling di malam hari. Ini adalah salah satu hal paling menarik yang dapat Anda lakukan.”
Arthur juga telah mengamati plankton bercahaya berkali-kali selama bulan baru, ketika cahaya sekitar sangat minim, dan dia merekomendasikan para pelancong untuk mengambil langkah-langkah berikut:
“Pertama, berkumpul lah dengan kelompok Anda di dalam air lalu matikan sumber cahaya. Begitu Anda mematikannya, rasanya sangat menakutkan, tapi mulailah menggerakkan tangan dan kaki Anda seperti orang gila.” Hal ini akan menciptakan pergerakan pada kolom air.
“Gangguan akan membuat mereka mengeluarkan cahaya—apakah itu diganggu oleh predator atau bahkan manusia yang sedang berenang. Begitu Anda mengganggu mereka, Anda akan merasa seperti mengambang di antara bintang-bintang.”
Beberapa pusat menyelam dan olahraga air, seperti Maafushi Dive & Watersports, dapat menyediakan perjalanan snorkeling malam hari, berdasarkan permintaan, untuk membantu Anda mencari plankton bercahaya.
Plankton-plankton yang bercahaya juga bisa dilihat di dalam air.
Meskipun semua ahli biologi kelautan yang saya ajak bicara setuju dengan Arthur, tidak ada yang bisa memberikan penjelasan biologis mengapa dua pulau di Maladewa dengan nama yang mirip menjadi terkenal sebagai tempat untuk melihat “Lautan Bintang”.
“Mustahil bagi plankton untuk tertarik pada satu pulau pun,” kata Arthur.
Namun, jika Anda salah satu dari 320.000 orang di seluruh dunia yang menelusuri “Sea of Stars” di Google, setiap bulannya, Anda mungkin menemukan banyak sekali sumber yang mendesak Anda untuk mengunjungi Vaadhoo atau Vadoo.
Vaadhoo adalah pulau berpenghuni di Atol Raa dengan populasi 626 jiwa, sedangkan Adaaran Prestige Vadoo adalah pulau resor pribadi, sekitar 193 kilometer jauhnya di Atol Male Selatan.
Dan meskipun Vaadhoo bukan satu-satunya pulau di mana para pelancong mungkin cukup beruntung untuk melihat plankton bercahaya, uang yang dihasilkan dari para wisatawan yang mencarinya langsung disalurkan ke layanan milik lokal seperti toko kelontong dan kafe.
Jenis wisata ini diizinkan di Maladewa sejak 2009, ketika wisma tamu di komunitas kepulauan dilegalkan. Sebelumnya, wisatawan hanya bisa menginap di pulau resor pribadi yang dijalankan oleh merek hotel dan sepenuhnya terpisah dari penduduk setempat.
Seperti Vaadhoo, banyak dari 188 pulau berpenghuni di Maladewa berukuran kecil dan memiliki polusi cahaya minimal di pantainya.
Hal ini disebabkan penduduk Maladewa biasanya tidak membangun langsung di tepi pantai, tidak seperti kebanyakan pulau resor yang memenuhi selera orang asing akan vila pantai dan restoran di atas air, yang memberikan cahaya buatan ke garis pantai.
Kegelapan di pantai-pantai di desa-desa di pulau ini memudahkan untuk menemukan plankton bercahaya jika ada di sana.
Plankton yang bercahaya (Noctiluca scintillans) di pantai pulau Rannalhi pada malam hari.
Dan pulau-pulau berpenghuni, yang lebih sedikit penduduknya di sekitar Maladewa, seperti Fulidhoo di Atol Vaavu, atau Dhangethi dan Dhigurah di Atol Ari Selatan, memiliki pantai-pantai yang paling gelap. Dhigurah memiliki bentangan sekitar 3,2 kilometer, yang belum dikembangkan sama sekali.
Saya cukup beruntung telah melihat perkembangbiakan plankton bercahaya terbesar yang pernah saya lihat saat berkemah bersama teman-teman di pulau kecil tak berpenghuni, Olhahali.
Plankton-plankton itu terhuyung-huyung di tepi luar utara Atol Male Utara yang dikelilingi oleh laguna dangkal. Pulau yang disebut “pulau piknik” (mirip dengan taman nasional mini) ini telah diubah menjadi resor Jumeirah, tetapi pada saat itu hanya terdapat beberapa gubuk untuk memasak dan mandi.
Ketika kami mendekati pulau saat matahari terbenam, saya melihat beberapa gumpalan biru terbang melewati kepala saya dalam semburan air laut yang dilempar oleh speedboat kami.
Saya kemudian melihat kolam kecil cahaya biru muncul di depan, di laguna kaca tempat ikan predator berburu di bawah ombak. Saya dan teman-teman melompat ke pantai dan berlari sepanjang pantai, mengamati ombak yang bergulung-gulung.
Saat itu, matahari sudah menghilang dan plankton tampak lebih terang dari sebelumnya. Kami membenamkan kepala kami ke dalam air dan saya hampir menghirup air laut saat melihatnya.
Arthur dengan sempurna menggambarkan tontonan unik ini: “Mereka seperti berlian kecil di bawah air, dan itu adalah hal terindah yang pernah Anda lihat.”
Tags:

3 Patung di Bandung Lengkap dengan Sejarahnya

gracefuldreams.com – Ada beberapa patung di Bandung yang menarik untuk ditelusuri sejarahnya untuk menambah wawasan. Seperti yang diketahui bahwa Bandung menjadi salah satu kota yang akan selalu menjadi tujuan ketika liburan.
Selain kulinernya yang khas dan beragam, Kota Kembang ini juga punya banyak objek wisata dengan banyak aktivitas menarik. Dari sekian banyak tempat yang biasa dikunjungi oleh para pengunjung, patung bersejarah juga kerap kali menjadi tujuan wisata sejarah.

Rekomendasi Patung di Bandung untuk Wisata Sejarah

Patung di Bandung. Foto hanya ilustrasi. Bukan foto yang sebenarnya. Sumber foto: Unsplash/Evan
Dikutip dari buku Seni Rupa SMP, Eighteen (2020), patung diartikan juga sebagai sebuah cipta karya manusia yang meniru bentuk dan memiliki keindahan (estetik). Patung sering kali menjadi karya untuk mengabadikan suatu peristiwa.
Salah satu tujuannya adalah untuk mengenang jasa pahlawan sekaligus sebagai sumber informasi sebuah peradaban. Berikut beberapa rekomendasi patung di Bandung yang bisa para pengunjung datangi untuk wisata sejarah.

1. Patung Persib

Patung Persib merupakan patung pemain sepak bola yang sudah ada sejak Persib Bandung menjadi juara perserikatan tahun 1990. Ada ritual tahunan yang dilakukan kelompok suporter Persib.
Para suporter yang memiliki sebutan Viking ubu akan memandikan patung Persib, ketika Persib sedang berulang tahun. Patung ini berlokasi di perempatan Jalan Tamblong, Jalan Lembong, Jalan Sumatra dan Jalan Veteran.

2. Patung Husein Sastranegara

Patung ini terletak di Jalan Abdul Rahman Saleh. Patung ini seolah menjadi ucapan selamat datang untuk masyarakat yang menuju ke bandara.
Husein Sastranegara ini adalah tokoh yang ikut berjuang dalam perang kemerdekaan. Tokoh ini ikut andil dalam berdirinya Angkatan Udara Indonesia.

3. Patung Tentara Pelajar dan Patung Laswi

Patung atau tugu ini didirikan untuk mengenang jasa para pelajar dan laskar wanita Indonesia yang juga turut berjuang melawan penjajahan Belanda bersama-sama dengan tentara Indonesia. Kedua patung ini merupakan hasil karya seniman Sunaryo.
Sunaryo merupakan pendiri Selasar Sunaryo Art Space. Patung laskar wanita sendiri diresmikan oleh Walikota Bandung Husein Wangsaatmaja pada 10 Novermber 1981. Patung ini berdiri di area Viaduct.
Demikianlah penjelasan mengenai tiga patung di Bandung yang menarik untuk ditelusuri sejarahnya untuk menambah wawasan.
Baca Juga:

Sejarah Sunan Bonang, Berdakwah Lewat Seni

gracefuldreams.com – Sejarah Sunan Bonang adalah salah satu kisah yang memiliki peran penting terhadap penyebaran Islam di Indonesia. Sunan Bonang termasuk ke dalam Wali Songo atau sembilan wali yang berdakwah di Indonesia dengan caranya masing-masing.
Wali Songo terdiri dari Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Giri, Sunan Drajad, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Kisah Wali Songo ini tercatat dalam buku-buku sejarah.
Lalu, siapakah Sunan Bonang? Bagaimana kiprahnya dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia?

Sejarah Sunan Bonang Singkat

Ilustrasi Islam di Indonesia. Foto: Unsplash
Raden Makdum Ibrahim, yang juga dikenal sebagai Sunan Bonang, adalah seorang ulama yang menjadi bagian dari Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Jawa pada abad ke-14 Masehi.
Selain sebagai ulama, Sunan Bonang juga dikenal sebagai seorang seniman yang memanfaatkan berbagai alat seni, termasuk gamelan, dan memiliki keahlian dalam karya sastra.
Mengutip buku Sunan Bonang: Seniman yang Berdakwah karya Handrito & Tim Emir, Sunan Bonang terkenal karena menciptakan jenis gamelan bonang. Inilah asal usul julukan “Sunan Bonang” yang diberikan kepada Raden Makdum Ibrahim.
Menurut Agus Sunyoto dalam Atlas Wali Songo (2016), Raden Makdum Ibrahim adalah putra keempat dari Sunan Ampel, pendiri Pesantren Ampel Denta, dan Nyai Ageng Manila, putri Bupati Tuban, Arya Teja. Sunan Bonang lahir pada 1465 M di Surabaya dan tumbuh di keluarga yang taat beragama.
Pendidikan Islam pertamanya diberikan oleh ayahnya sendiri di pesantren Ampel Denta. Saat remaja, Sunan Bonang pergi ke Pasai, Aceh, untuk belajar dari Syekh Maulana Ishak, ayah dari Sunan Giri. Selain itu, ia juga mendapat pengajaran dari banyak ulama lainnya.

Dakwah Sunan Bonang

Ilustrasi Islam di Indonesia. Foto: Unsplash
Memiliki pengetahuan yang luas dalam bidang fikih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur, dan bela diri silat, Sunan Bonang kemudian mengalahkan seorang perampok bernama Raden Said, di mana menjadi anggota Wali Songo dengan nama Sunan Kalijaga.
Dakwah Sunan Bonang dimulai di Kediri, Jawa Timur, kemudian pindah ke Demak, Jawa Tengah, di mana ia menjadi imam Masjid Demak atas permintaan Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak.
Versi lain mengatakan, bahwa nama “Sunan Bonang” berasal dari tempat tinggalnya di Desa Bonang.
Sunan Bonang juga memanfaatkan seni dan sastra untuk menyebarkan Islam. Ia sering memainkan gamelan jenis bonang yang menarik minat penduduk setempat.
Sunan Bonang juga menciptakan tembang tengahan macapat seperti Kidung Bonang.
Selain itu, ia mahir dalam pertunjukan wayang dan memiliki pengetahuan dalam seni dan sastra Jawa. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Suluk Wujil, sebuah karya sastra yang diakui sebagai salah satu yang terbesar di Nusantara, karena isi dan maknanya yang kaya dalam konteks kehidupan beragama.
Sunan Bonang sangat fokus pada perannya sebagai ulama dan seniman sehingga tidak pernah menikah hingga wafatnya pada 1525 M. Makamnya terletak di kompleks pemakaman Desa Kutorejo, Tuban, Jawa Timur.
Itulah sejarah Sunan Bonang yang mungkin kini belum diketahui oleh kebanyakan orang. Ia pun ikut berperan dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara.
Baca Juga:

Apakah Manfaat Belajar Ilmu Logika di Era Sekarang Ini?

gracefuldreams.com – Ilmu pengetahuan terus mengalami perkembangan yang signifikan. Tidak hanya ilmu eksakta, muncul juga cabang ilmu lain yang menarik untuk dipelajari, salah satunya yaitu ilmu logika. Tahukah Anda, apa manfaat belajar ilmu logika di era sekarang ini?
Sebelum membahasnya, pahami definisi ilmu logika terlebih dahulu. Mengutip buku Filsafat Ilmu dan Logika karya Dr. Andi Muh, dkk., ilmu logika adalah cabang ilmu yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Ilmu logika membantu individu untuk berpikir secara rasional, sehingga ia bisa mengetahui duduk perkara suatu peristiwa dengan jelas. Melalui ilmu ini, individu juga dapat membedakan penalaran yang benar atau salah.
Di era sekarang ini, ilmu logika sangat dibutuhkan di berbagai situasi dan keadaan. Untuk mengetahui manfaatnya lebih jauh, simaklah pembahasannya berikut ini.

Manfaat Belajar Ilmu Logika

Ilustrasi anak berpikir. Foto: Shutter Stock
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari mempelajari ilmu logika. Dirangkum dari buku Pengantar Logika susunan Prof. Dr. Karomani (2021), berikut penjelasannya:

1. Mampu berpikir kritis

Belajar logika berarti belajar metode dan prinsip dalam menilai penalaran/argumen. Melalui ilmu ini, kita bisa memahami penalaran diri sendiri maupun orang lain.
Orang yang mempelajari logika dilatih untuk berpikir kritis, negosiatif, dan tidak mudah percaya pada orang lain. Sebab sebelum menerima pendapat, ia akan menguji kelogisannya, apakah penalaran tersebut tepat atau tidak.

2. Mendidik kekuatan pikiran

Melalui ilmu logika, seseorang akan terbiasa menyelidiki dan menganalisis kekuatan pikirannya. Sehingga, ia pun lebih mudah menemukan letak kesalahan yang dilakukannya. Di samping itu, ia juga bisa melatih diri sendiri untuk berpikir cermat dan lurus.

3. Meningkatkan cinta akan kebenaran

Karena terbiasa mencari fakta, maka orang yang berpikir logis akan lebih cinta pada kebenaran. Seiring waktu, ia pun akan menghindari kesalahan dalam berpikir, kekeliruan, dan kesesatan. Ia pun dapat melakukan analisis terhadap kejadian dengan baik.
com-Ilustrasi berpikir Foto: Shutterstock

4. Kunci mempelajari setiap ilmu pengetahuan

Belajar ilmu logika merupakan kunci utama dalam memahami setiap cabang ilmu pengetahuan. Dengan memahami konsep dasar logika, seseorang dapat lebih mudah memahami prinsip-prinsip yang mendasari bidang studi yang kompleks, mulai dari ilmu alam hingga ilmu sosial.
Ilmu logika membantu seseorang untuk memahami argumen, analisis, dan penalaran yang digunakan dalam berbagai disiplin ilmu. Sehingga, ia bisa mempercepat proses pembelajaran dan meningkatkan pemahaman secara keseluruhan.

5. Mendewasakan diri

Belajar ilmu logika juga dapat membantu seseorang untuk mendewasakan diri dalam menghadapi berbagai situasi dan tantangan kehidupan. Dengan mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis dan analitis, seseorang dapat lebih bijaksana dalam menilai informasi, membuat keputusan, dan menghadapi argumen yang kompleks.

Misteri Jejak Kebiasaan Manusia: Petualangan Melintasi Waktu

gracefuldreams.com – Siapa yang tak tertarik dengan kisah nenek moyang kita? Bayangkan dirimu terlempar ribuan tahun yang lalu, menjelajahi savana luas yang dipenuhi binatang buas, atau merayap di hutan belantara yang rimbun tak terbatas. Di sanalah kisah keberanian, kerja sama, dan kehidupan penuh makna dimulai. Mari kita telusuri jejak kebiasaan manusia yang penuh misteri dalam petualangan yang membawa kita melewati ruang dan waktu.

1. Berburu, Mengumpulkan, dan Berbagi Makanan: Kisah keberanian dan kerja sama

Dari zaman nenek moyang kita, manusia telah mempraktikkan strategi pemburu-pengumpul untuk memperoleh makanan. Dengan peralatan sederhana seperti tombak dan batu, mereka berburu binatang dan mengumpulkan buah-buahan serta tumbuhan liar. Namun, kunci kesuksesan mereka bukan hanya terletak pada kemahiran individu, tetapi juga pada kemampuan untuk berbagi makanan di dalam kelompok. Kebiasaan berbagi makanan ini bukan hanya menciptakan ikatan sosial yang kuat, tetapi juga memastikan kelangsungan hidup komunitas secara menyeluruh.

2. Pembagian Peran Berdasarkan Gender: Harmoni dalam Keahlian khusus

Laki-laki menjadi pemburu, perempuan menjadi pengumpul. Tidak ada yang meragukan kemampuan mereka dalam tugas-tugas yang mereka pilih. Pada masa itu, peran gender sering kali ditentukan oleh kebutuhan lingkungan. Laki-laki cenderung menjadi pemburu karena kekuatan fisik, sementara perempuan lebih terlibat dalam kegiatan mengumpulkan makanan dan merawat anak-anak karena kesepakatan dan keterampilan alami. Meskipun peran gender telah mengalami perubahan sepanjang sejarah, jejak dari pembagian tugas ini masih dapat kita lihat dalam pola perilaku masyarakat modern.

3. Komunikasi dan Bahasa: Jembatan Menuju Kekuatan Sosial

Salah satu ciri khas manusia adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan bahasa. Meskipun nenek moyang tidak menggunakan bahasa yang sama seperti yang kita kenal hari ini, meskipun mereka tidak mengobrol seperti kita melalui WhatsApp atau Twitter, mereka menggunakan sistem komunikasi yang mendasar seperti suara, gerakan tubuh, dan ekspresi wajah, untuk berinterkasi satu sama lain. Ini bukan hanya membantu dalam koordinasi tugas sehari-hari, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial yang kuat di antara anggota kelompok.

4. Pemukiman dan Struktur Sosial: Bangunan Batu dan Cerita Kehidupan

Setelah berpindah-pindah dari tempat ke tempat, manusia akhirnya menemukan tempat yang mereka sebut “rumah”. Pemukiman tetap bukan hanya menciptakan tempat perlindungan, tetapi juga menjadi panggung bagi perjalanan manusia yang menarik. Dari bangunan-bangunan batu yang megah hingga jalan-jalan yang sibuk, setiap detail menceritakan cerita tentang kehidupan sosial yang warna-warni dan dinamis.

5. Ritual, Agama, dan Kebudayaan: Merayakan Misteri Kehidupan

Setiap perayaan, setiap ritual, memiliki makna yang dalam di kehidupan manusia prasejarah. Dari perayaan musim hingga upacara pemakaman, jejak kebiasaan ini membawa kita kepada keajaiban hidup dan kematian. Ritual-ritual ini bukan hanya tentang kepercayaan kepada yang lebih tinggi, tetapi juga tentang menghormati alam dan menghargai kehidupan dengan segala keunikannya.

Kesimpulan

Melalui petualangan ini, kita tidak hanya menyaksikan kisah nenek moyang kita, tetapi juga memahami esensi dari keberanian, kerja sama, dan kehidupan yang penuh makna. Jejak kebiasaan manusia adalah petualangan yang tak pernah berakhir, membawa kita melewati ruang dan waktu untuk merenungkan dan menghargai perjalanan panjang spesies kita. Meskipun kita telah melangkah jauh dari masa prasejarah, jejak-jejak kebiasaan purba masih bertahan dalam kehidupan kita saat ini, mengingatkan kita akan akar sejarah yang kuat dan warisan yang tak ternilai dari nenek moyang kita.

3 Alasan Sumpah Pemuda Sangat Penting dalam Sejarah Indonesia

gracefuldreams.com – Sumpah pemuda merupakan ikrar yang menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Alasan Sumpah Pemuda sangat penting dalam sejarah Indonesia adalah menjadi penegas cita-cita bangsa Indonesia.

Pada dasarnya, sumpah pemuda merupakan keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan selama dua hari di Batavia, yaitu 27-28 Oktober 1928. Harapannya, Sumpah Pemuda bisa menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia.

Dikutip dari buku Buletin Perpus Bung Karno karya Perpustakaan Proklamator Bung Karno, di bawah ini ada alasan terkait pentingnya Sumpah Pemuda dalam sejarah Indonesia.

Alasan Sumpah Pemuda Sangat Penting dalam Sejarah Indonesia

Sumpah pemuda berperan sangat penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Hal ini karena Sumpah Pemuda menjadi momen berkumpul pada pemuda Indonesia untuk mengobarkan semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan.

1. Pentingnya Nilai-nilai Persatuan Bangsa

Adanya Sumpah Pemuda ini mengajarkan akan pentingnya nilai-nilai persatuan bangsa Indonesia. Apalagi Sumpah Pemuda merupakan hasil dari Kongres Pemuda yang mana diadakan sebanyak tiga kali.

Pada Kongres Pemuda, para pemuda dari berbagai daerah yang ada di Indonesia berkumpul menjadi satu untuk memperjuangkan kemerdekaan. Ada yang berasal dari Jong Java, Jong Batak, Jong Sumatra, Jong Celebes, dan organisasi kedaerahan lainnya.

2. Sebagai Dasar untuk Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Hasil-hasil Kongres Pemuda dari awal hingga yang ketiga selalu dijadikan dasar untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya hasilnya adalah lahirnya Sumpah Pemuda pada saat Kongres Pemuda II.

Sejak kehadirannya, Sumpah Pemuda sudah menjadi tonggak awal terjadinya pergerakan para pemuda Indonesia. Para pemuda kembali bersemangat untuk sadar akan bangsa Indonesia perlu diperjuangkan kemerdekaannya.

3. Membangkitkan Semangat Perjuangan

Sumpah Pemuda merupakan sebuah janji atau ikrar yang diucapkan para pemuda pada saat Kongres Pemuda II. Janji ini sangat penting karena dapat memberi harapan baru hingga berhasil membangkitkan semangat perjuangan.

Terutama kaum pemuda yang kembali bersemangat untuk memperjuangkan kebangsaan Indonesia melawan para penjajah. Bukan hanya itu saja, tetapi Sumpah Pemuda adalah jembatan pemersatu berbagai organisasi pemuda.

Sejak awal banyak organisasi pemuda yang ada di Indonesia, sayangnya organisasi-organisasi tersebut masih bersifat kedaerahan. Adanya Sumpah Pemuda ini mengubah pandangan bahwa organisasi tersebut menjadi bersifat nasional.

Jadi alasan Sumpah Pemuda sangat penting dalam sejarah Indonesia karena berhasil membangkitkan semangat para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

Sejarah dan Misteri Datangnya Buddha Maitreya

gracefuldrreams.com – Dalam agama Buddha, yang dimaksud Bodhisattva Maitreya atau Buddha Maitreya adalah Buddha yang akan datang. Dalam bahasa Tionghoa, Maitreya terkenal sebagai Mile Pusa (彌勒菩薩).

Buddha yang akan datang setelah Buddha Sakyamuni adalah Buddha Maitreya yang saat ini masih bergelar sebagai bodhisattva (calon Buddha), perlu diketahui bahwa dalam ajaran agama Buddha diterangkan bahwa Buddha adalah sebuah gelar, bukan menunjuk kepada Buddha Sakyamuni saja. Mereka percaya bahwa Maitreya bertempat tinggal di surga Tusita, yang merupakan tempat tinggal bagi para bodhisatva sebelum mencapai tingkat ke-buddha-an. Konon, dahulu Buddha Sakyamuni juga bertempat tinggal di sini sebelum akhirnya terlahir sebagai Siddharta Gautama di dunia.

Buddha Gautama bukanlah Buddha yang pertama di dalam masa-dunia ini (masa-dunia atau kalpa; satu kalpa lamanya kurang lebih 4.320.000.000 tahun). Buddha-Buddha sebelumnya adalah Buddha Kakusandha, Buddha Konagamana, Buddha Kassapa, Buddha yang akan datang adalah Buddha Mettaya (Maitreya).

Sejarah Buddha Maitreya

Jika dirunut dari sejarah, Buddha Maitreya adalah bagian dari Buddha Mahayana, hal ini dikarenakan Buddha Maitreya merupakan perkembangan lanjutan dari Buddhisme Zen. Dalam perkembangannya, Buddha Maitreya terdiri dari doktrin dan garis Kepatriatan yang langsung dari Buddhisme Zen sedangkan BuddhismeZen, merupakan salah satu mazhab Buddhisme Mahayana yang amat terkenal. maka dari itu wajar bila disebut bahwa Buddhisme zen adalah cikal bakal timbulnya Buddha Maitreya.

Perkembangan Buddha Maitreya dibagi menjadi tiga zaman yaitu;

  • Maitreya di zaman pra-Buddha Sakyamuni
  • Maitreya di zaman Buddha Sakyamuni
  • Maitreya di zaman pasca Buddha Sakyamuni.

Maitreya di zaman pasca Buddha Sakyamuni inilah yang dikenal sebagai Bhiksu Berkantong. Konon, Bhiksu Berkantong ini lahir di kabupaten Feng Hua daerah Zhi Jiang Ming Zhou (China), namun asal-usul keluarganya kurang diketahui. Pada masa akhir pemerintahan Liang, dia menetap di kuil Yue Lin. Saat detik-detik menghembuskan napas terakhir, dia sempat berkata, “Maitreya oh Maitreya, telah menjelma banyak kali tak terhingga, bertujuan membimbing umat manusia namun umat manusia tidak mengenalnya”. Sampai saat ini belum ada lagi predikat Buddha Maitreya yang disematkan.

Di Indonesia, Buddha Maitreya berkembang menjadi sebuah aliran agama yang unik. Aliran ini dikenal mengadopsi istilah-istilah Indonesia dan Sansekerta Buddha. Salah satu penyebabnya mungkin karena saat itu adanya tekanan pemerintah ORBA yang melarang penggunaan bahasa Mandarin, maka akhirnya liturgi dan upacara keagamaan menggunakan bahasa Indonesia. Namun, saat ini vihara Maitreya kembali lebih bebas menggunakan bahasa Mandarin. Vihara Maitreya di Indonesia juga unik, karena memiliku ciri khas kalimat “Tuhan Maha Esa” dan mengikuti perayaan Buddha seperti Waisak, Kathina, dan menggantungkan gambar Siddharta Buddha.

Meskipun dalam perayaan-perayaan ini, aliran Maitreya biasanya mempunyai cara sendiri untuk merayakan yang tidak berhubungan dengan perayaan yang sebenarnya.

Melansir dari buku Maitreya Buddha in I-Kuan Tao, Joseph J. F. Chen, 2014, aliran Maitreya bisa dibilang mengalami perkembangan paling pesat di antara aliran Buddha lainnya di Indonesia. Para pengikut aliran Maitreya dianjurkan untuk menjadi vegetarian, dan menyebarkan ajaran ini dengan membawa teman atau saudara untuk memohon jalan terbaik.

Baca Juga:

Rokokslot

Rokoslot

Rokokslot

Judi Bola

Mix Parlay

Mix Parlay

Scatter Pink

Scatter Hitam

Scatter Hitam

Scatter Pink

Nono4D

Nono4D

Tebak Angka Jitu