5 Kasus Hacker Paling Menggemparkan di Indonesia

5 Kasus Hacker Paling Menggemparkan di Indonesia

gracefuldreams.com – Kasus hacker tidak hanya terjadi di Negara Barat tapi juga di Indonesia. Dan tak jarang kasusnya pun berdampak cukup besar hingga berhasil menggemparkan masyarakat Tanah Air.

Tercatat ada beberapa kasus hacker yang pernah jadi perbincangan hangat di Indonesia. Lantas apa saja itu? Berikut adalah daftarnya, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Partai nyeleneh di situs KPU

Kasus hacker ini terjadi pada tahun 2004 silam di mana hacker bernama Xnuxer atau Dani Firmansyah berhasil membobol situs KPU seharga Rp 152 miliar. Kala itu Xnucer mengotak-atik halaman web dan informasi di dalamnya.

Hacker asal Jogja tersebut mengubah nama partai menjadi Partai Si Yoyo, Partai Kolor Ijo, Partai Dibenerin Dulu Webnya, dan sebagainya. Ia juga sempat mencoba mengubah hasil perolehan suara, meskipun gagal.

2. Adu mekanik Anonymous Indonesia VS Australia

Kasus ini bermula saat sambungan telefon Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono beserta ibu negara Ani Yudhoyono dikabarkan disadap oleh Australia melalui kedutaan besar Australia.

Sekelompok hacker yang menamakan dirinya Anonymous Indonesia, atau disingkat Anon Indonesia pun melakukan serangan besar-besaran terkait kasus penyadapan yang dilakukan Australia terhadap Indonesia.

Mereka menyerang berbagai situs Australia. Metode yang digunakan adalah defacement, yakni mengubah tampilan laman situs menjadi tampilan buatan hacker.Tercatat tak kurang dari 300 situs Australia dilumpuhkan.

3. Kebocoran data SIM card

Tak kalah sukses membuat masyarakat Indonesia heboh adalah kasus kebocoran data SIM card. Kebocoran ini menyebabkan data pribadi para pendaftar nomor HP dengan NIK dan KK tersebar luas di forum hacker breached.to.

Tersangkanyabadalah Bjorka. Tak tanggung-tanggung, jumlah kebocoran mencapai lebih dari 1,3 miliar data yang mencakup NIK, No HP, provider, tgl registrasi, yang mana ukuran file utuhnya menyentuh 87 GB dengan format CSV.

4. Kebocoran data pejabat tinggi negara

Tidak hanya masyarakat biasa, kebocoran data juga dialami bahkan oleh sejumlah petinggi negara. Yang paling sering menjadi target adalah data milik Menkominfo, Johnny G. Plate yang sebelumnya juga sempat panas berselisih dengan hacker Bjorka.

Beberapa pejabat lain juga menjadi target sasaran termasuk Menteri BUMN, Erick Thohir dan cucu Presiden Soekarno, Puan Maharani. Untuk data yang bocor sendiri menyangkut data pribadi termasuk alamat, agama, riwayat pendidikan, keluarga, dan sebagainya.

5. Kebocoran data Bank Syariah Indonesia

Kebocoran data juga menimpa bank yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN), yakni Bank Syariah Indonesia (BSI). Kasus hacker ini baru-baru ini terjadi dan berhasil membetot perhatian masyarakat.

Total data yang bocor mencapai 1,5 TB dan dari seluruh data yang dicuri, 15 juta diantaranya adalah data pengguna dan password untuk akses internal dan layanan yang digunakan bank.

Kebocoran data juga mencakup juga data karyawan, dokumen keuangan, dokumen legal, NDA, dan masih banyak lagi. Data pelanggan yang bocor diantranya nama, nomor hp, alamat, saldo rekening, histori transaksi, tanggal pembukaan rekening, informasi pekerjaan, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Slot Demo

Slot Pulsa

Slot Pulsa

Rokokslot

Slot x500

Slot x500

Slot Gopay

Slot Gopay

Slot Mahjong

Slot Gopay

Scatter Hitam

Mix Parlay

Rokokslot

Rokokslot

Slot Mahjong

Scatter Biru

Slot Mahjong

Rokokslot

RTP Slot Gacor

Scatter Pink

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Berita Random

Berita Terkini

Pusat Kesehatan

Wisata Masa Kini

Pusat Kuliner

Kamu Harus Tau

Gudang Resep

Berita Seputar Olahraga

Fakta Menarik